Minggu, 05 Februari 2012

Rawon Setan | Wisata Kuliner Surabaya

Rawon setan adalah salah satu produk unggulan Wisata kuliner Surabaya. Resep kuliner Rawon setan yang sudah turun menurun dan dimodifikasi menjadi rahasia sang pemilik Depot Rawon setan. Depot Rawon yang dalam sejarahnya berdiri di Jl. Embong malang surabaya ini pertama kali didirikan oleh Musiyah. Lalu kenapa sekarang ada Rawon setan Mbak Endang ? Itu dikarenakan Mbak Endang adalah cucu dari Musiyah itu sendiri. Nama Rawon setan diberikan karena Depot tersebut buka pada jam 10 malam. Padahal menurut cerita dari warga sekitar, nama awal Rawon setan adalah Rawon Hostes karena kebanyakan yang beli adalah para Pengunjung kafe dan pelayan Diskotik yang banyak bertebaran didaerah tersebut. Lalu jika terdapat lagi Depot Rawon setan Bu Mulyadi (Bu sup atau Bu Mul) karena beliau adalah mantu dari Musiyah. Keduanya kini memiliki Depot Rawon setan sendiri di kawasan Surabaya.

Bagi para penikmat Rawon, maka Rawon setan layak dan patut mendapat referensi Kuliner yang mak nyus. Irisan daging yang pas di campur dengan Aroma khas Rawon menjadikan sajian Rawon setan layak ditunggu kehadirannya. Harga yang ditawarkan pun tidak membuat kantong kita kempes. Paket hemat yang terdiri dari Nasi Rawon, Telor asin, Krupuk udang dan teh botol sosro ditawarkan dengan harga Rp 20rb. Sungguk suatu harga yang layak untuk masakan yang namanya melegenda di surabaya tersebut.

Sebagai tempat makan sepanjang libur Natal, kita boleh mencoba kelezatan Rawon setan tersebut sambil saling berkirim SMS Natal atau pun SMS cinta untuk sosok wanita yang kita cintai. Semoga Rawon setan terus menjaga mutu resep masakan nya agar setiap kita pada gilirannya dapat kesempatan untuk mencicipi masakan khas Wisata kuliner Surabaya tersebut di temani oleh Lagu-lagu dari artis Favorit kita masing.

Senin, 08 Agustus 2011

TV online

Video TV Online Mivo

Senin, 25 Juli 2011

Suarez Nyaris Selevel "King Kenny"


LIVERPOOL Mantan bek Liverpool, Mark Lawrenson, berpendapat, kemampuan Luis Suarez hampir mendekati kemampuan yang dimiliki oleh Kenny Dalglish ketika menjadi pemain "The Reds" pada era 1977-1990.
Suarez didatangkan dari Ajax pada pertengahan musim lalu. Penyerang asal Uruguay itu pun langsung membuktikan kualitasnya di Anfield. Tidak bisa dimungkiri, Suarez menjadi aktor penting kebangkitan "Si Merah" setelah sukses finis di peringkat keenam pada akhir musim.
Suarez kembali menjadi buah bibir ketika tampil di Copa America 2011. Dua gol yang diciptakan penyerang berusia 24 tahun ke gawang Peru itu mengantarkan Uruguay lolos ke babak final.
Tambahan dua gol menempatkan Suarez untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak bersama penyerang Argentina, Sergio Aguero, yang masing-masing mengemas tiga gol.
"Suarez adalah satu pemain besar bagi saya. Banyak pemain telah bergabung dengan Liverpool dan orang-orang mengatakan: pemain itu mengingatkan kami dengan Dalglish. Namun menurut saya, Suarez adalah yang paling mendekati," ujar Lawrenson seperti dikutip dari situs resmi klub.
"Kenny pun tampak bersemangat ketika dia berbicara soal Suarez. Ketika Anda melihat seperti apa gol Suarez ke gawang Sunderland musim lalu, Anda pasti bertanya-tanya bagaimana dia melakukannya?"
"Dia memiliki kemampuan luar biasa. Dia sangat memperhatikan segala hal. Dia merupakan pekerja tim yang siap membantu dan semua pemain dari Amerika Selatan bisa mencontohnya," tuturnya.
Dalglish tampil 355 kali dan mencetak 118 gol ketika masih membela Liverpool. Dalglish pun tergolong sukses sebagai pelatih usai memutuskan gantung sepatu pada 1990. Sebelum melatih Liverpool, Dalglish pernah menangani Blackburn Rovers, Newcastle United, dan Celtic

Suarez: Liverpool Berpeluang Juara Premier League


BUENOS AIRES — Striker Liverpool, Luis Suarez, mengaku timnya tak akan mengulangi kesalahan mereka pada musim lalu. Ia yakin, dengan skuad yang ada saat ini, Liverpool akan mampu bersaing dengan tim lain untuk menjadi juara Premier League musim depan.
Skuad Liverpool memang lebih kuat saat ini. Kehadiran Stewart Downing, Charlie Adam, Alexander Doni, dan Jordan Henderson diyakini semakin menyempurnakan komposisi pemain yang dimiliki.
"Di Liverpool, kami selalu memimpikan untuk menjadi juara Premier League. Tentu saja kami tahu itu liga yang sulit untuk dimenangkan dan sangat kompetitif. Ada banyak tim yang ingin menjadi juara," ujar Suarez kepada Daily Mail.
"Namun, sekarang kami punya skuad yang berkualitas. Kami percaya dengan manajer kami dan saling percaya satu sama lain. Kami yakin tentang hal ini (jadi juara Premier League)," sambungnya.
Musim lalu, Liverpool memang kalah telak dari Manchester United yang akhirnya keluar sebagai juara. Bahkan, mereka gagal mewujudkan target minimal mereka untuk bermain di kompetisi Eropa. Namun, justru kegagalan "The Reds" tampil di Eropa disyukuri oleh Suarez. Ia menilai, timnya akan bisa lebih fokus ke Premier League.
"Mungkin dengan tidak bermainnya kami di Liga Europa musim depan, hal itu akan membantu kami. Kami akan lebih fokus ke liga domestik dan mencoba mendapatkan posisi setinggi mungkin di klasemen," kata pemain asal Uruguay ini.

Inilah Penjelasan Rossi tentang Hasil di Laguna


LAGUNA SECA — Valentino Rossi belum juga menunjukkan performa menggembirakan seperti yang diinginkan. Hasil GP Amerika Serikat, Minggu (24/7/2011) sore atau Senin (25/7/11) dini hari memberikan gambaran bagaimana "The Doctor" dan Ducati tunggangannya masih jauh dari persaingan untuk memperebutkan kemenangan sehingga perlu kerja ekstra keras lagi.
Ducati terus bekerja dan kami harus tetap fokus dan positif, membuat kemajuan selangkah demi selangkah.
-- Valentino Rossi
Pada seri kesepuluh di Laguna Seca itu, Rossi unggul atas rekan setimnya, Nicky Hayden, dalam perebutan posisi keenam. Juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut sedikit beruntung bisa meraih hasil tersebut karena pebalap Gresini Honda, Marco Simoncelli, mengalami kecelakaan pada awal lomba sehingga secara otomatis, Rossi, yang start dari urutan ketujuh, naik satu strip.
Akan tetapi, pautan waktu mantan juara di Laguna Seca itu dengan Casey Stoner, selaku pemenang, sangat jauh karena mereka terpisah 30 detik. Secara keseluruhan pun, Rossi hanya berada di peringkat ketujuh untuk catatan waktu terbaik sebuah lap di balapan ini, dan lebih pelan 0,847 detik dari Stoner.
Rossi menyadari, Ducati GP11.1 yang untuk keempat kalinya dipakai sejak GP Belanda 25 Juni lalu itu belum terlalu kompetitif. Jika dibandingkan dengan GP11 yang dipakai pada seri pertama di Qatar, hasilnya nyaris tak jauh berbeda karena waktu itu pun Rossi hanya bisa finis di urutan ketujuh dan jauh tertinggal dari Stoner, yang juga menjadi pemenang.
Meskipun demikian, mantan pebalap Honda dan Yamaha ini tetap berpikiran positif. Dia berharap proses perubahan yang sedang terjadi bisa tetap berlangsung.
"Kami bekerja dengan baik pada akhir pekan ini," ungkap Rossi, yang sudah berkumpul lagi dengan bos kru, Jerry Burgess. "Kami memulainya dari sebuah posisi yang lebih baik dibandingkan balapan-balapan sebelumnya, dan saya juga melakukan start yang bagus sehingga bisa bertahan dengan para pebalap di depan.
"Saya berhasil menyelesaikan satu lap dengan waktu sekitar 1 menit 22 detik, tetapi kemudian saya dua kali sulit membelok ketika menginjak benjolan di Tikungan 5 dan hampir jatuh."
"Saya masih harus melewati balapan yang sulit setelah itu karena Nicky terus menempel dan tidak memberi kesempatan kepada saya untuk bernapas. Kami tentu saja tidak ingin bertarung untuk memperebutkan posisi keenam, tetapi kami memiliki beberapa masalah pada saat itu dan kita harus mencoba untuk melakukan yang terbaik dengan apa yang dimiliki."
"Kami kehilangan banyak waktu saat masuk tikungan. Saat itu saya sangat lamban karena tidak punya rasa yang cukup. Meski demikian, Ducati terus bekerja dan kami harus tetap fokus dan positif, membuat kemajuan selangkah demi selangkah."
"Dalam jangka pendek, kami harus bisa memangkas waktu sepersepuluh detik agar tetap bertahan di kelompok (bertarung untuk posisi keempat) Spies, Sic, dan Dovizioso. Kemudian kami akan berpikir tentang orang lain."
Dalam pertarungan selama 32 lap itu, Rossi hanya unggul kurang dari satu detik dari Hayden, yang menggunakan Ducati GP11. Ini membuat manajer tim Vittoriano Guareschi menilai pebalap Italia tersebut mampu membuat peningkatan selama akhir pekan sehingga dalam lomba dia bisa lebih nyaman.