Minggu, 05 Februari 2012

Wisata Alam Kalibiru



Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru berada di Perbukitan Menoreh Kulonprogo Yogyakarta, pada ketinggian 450 m dpl. Lokasi kawasan wisata ini terletak di sebelah barat Kota Yogyakarta dengan jarak kurang lebih 40 km, atau hanya berjarak 10 km dari Kota Wates, Ibukota Kabupaten Kulonprogo.Wisata Alam ini dibangun atas inisiatif masyarakat di sekitar hutan Negara yang berkeinginan agar hutan tersebut tetap tumbuh hijau, sejuk, dan lestari. Pengembangan wisata alam ini tidak lepas dari proses panjang upaya masyarakat di sekitar hutan dalam memulihkan keadaan hutan yang dulunya tandus dan gersang.
Pembangunan wisata alam Kalibiru dilakukan sebagai salah satu bentuk pemanfaatan jasa lingkungan atas dasar Izin Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan selama 35 tahun - (terhitung sejak 14 Pebruari 2008) - yang diperoleh kelompok-kelompok pengelola hutan atas kepercayaaan yang diberikan oleh Pemerintah kepada masyarakat di sekitar hutan Negara tersebut.
Salah satu daya tarik kawasan wisata alam ini adalah bentang alamnya yang asri yang merupakan harmonisasi antara hijaunya hutan dengan hamparan berbukit yang sangat luas dengan pemandangan alamnya yang sangat indah dan mempesona.
Keelokan alam ini semakin menarik ketika terpadukan dengan suasana masyarakat Desa yang ramah, santun, yang masih kental dengan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan, yang masih mempertahankan beraneka ragam seni budaya tradisional, sehingga mampu menimbulkan rasa tenang dan nyaman siapa saja yang berkunjung di kawasan wisata alam ini.Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru antara lain:
Outbound Training
Wisata Pedesaan
Wisata Budaya
Wisata Pendidikan
Wisata Keluarga
Wisata Trekking
Wisata Terapi Alam
dan lain-lain....

WBL Lamongan

A. Selayang Pandang

Melancong ke Wisata Bahari Lamongan (WBL), Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sungguh menyenangkan. Setidaknya ada kesan tersendiri jika seseorang telah mengunjunginya. Hamparan pasir putih yang luas, rerimbunan pohon aren, dan pohon kelapa di sepanjang bibir pantainya, membuat obyek wisata andalan Lamongan ini cocok sebagai tempat berlibur dan melepas penat bersama keluarga. Kawasan WBL merupakan hasil perpaduan aspek-aspek nature (alam), culture (budaya), dan architecture (bangunan) yang bernuansa global tapi tetap mempertahankan ciri khas lokal.


Kehadiran WBL merupakan penyeimbang wahana wisata di Kabupaten Lamongan yang telah ada sebelumnya, yaitu Pantai Tanjung Kodok dan Gua Istana Maharani yang terletak di pesisir bagian utara Pulau Jawa. WBL berdiri di atas tanah seluas 17 hektar dengan berbagai fasilitas yang siap memanjakan pengunjung dengan konsep one stop service. WBL mulai terkenal sampai ke luar Lamongan, bahkan hingga ke luar Provinsi Jawa Timur sejak pembukaan perdananya pada tanggal 14 November 2004 yang diresmikan oleh Bupati Lamongan, H. Masyfuk, S.H.
Kini, obyek wisata yang merupakan pengembangan tempat wisata Pantai Tanjung Kodok tersebut, menjadi salah satu katalog agenda wisata keluarga di Jawa Timur. Karena itu, selain Jawa Timur Park di Batu, Malang, warga Jawa Timur juga bisa memilih WBL sebagai salah satu tempat tujuan wisata.
Daya tarik WBL tidak hanya terletak pada fasilitas wisata yang lengkap dengan pemandangan lepas pantai Laut Jawa, namun juga pada nilai sejarahnya. Pada tahun 1936, tidak jauh dari lokasi WBL, kapal penumpang Van Der Wijk tenggelam pada kedalaman sekitar 45 meter di pantai utara. Almarhum Buya Hamka pernah menimba inspirasi dari daerah tersebut guna menulis roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk yang terkenal itu.
Bisa dipastikan, daya tarik WBL semakin memikat saat perluasan tahap kedua kawasan tersebut rampung. Perluasan WBL mengembangkan kawasan wisata Gua Istana Maharani yang terletak 300 meter sebelah selatan area WBL. Rencananya, antara kawasan wisata WBL dan Gua Istana Maharani disatukan dalam satu paket wisata. Sebagai sarana penghubung, pengunjung nantinya bisa memanfaatkan kereta gantung yang menghubungkan antara WBL dan Gua Istana Maharani. Kereta gantung ini merupakan jaringan kereta gantung pertama di Jawa Timur.

B. Keistimewaan

Wisatawan yang berkunjung ke lokasi WBL akan disuguhi panorama pepohonan rindang yang akan menambah suasana sejuk dan tenang ketika memasukinya. Pintu masuk WBL dibuat mirip benteng zaman kerajaan kuno. Benteng-benteng tersebut dibuat setinggi 10 meter sehingga tampak mengesankan. Agar tidak terlihat terlalu angker di depan pintu masuk dibuat sebuah bangunan modern. Saat masuk, pengunjung akan disambut dengan patung-patung kodok yang seolah-olah sedang memainkan alat musik. Keistimewaan WBL lainnya adalah potensi alamnya yang indah, hamparan pasir pantainya yang putih, gua, dan batu karangnya yang alami.

Rajungan Raksasa sebagai pintu masuk Wisata Bahari Lamongan
Sumber Foto: http://wisatalamongan.com
Beberapa wahana yang menjadi unggulan tempat wisata bahari ini, antara lain istana bawah laut, gua insektarium, space shuttle, dan anjungan walisongo. Selain itu, WBL juga ditunjang dengan arena permainan dan arena hiburan lain, seperti rumah kucing, arena ketangkasan, video games, rumah sakit hantu, motor cross, go-kart, galeri keong, galeri kapal, sarang bajak laut, tagada, play ground, space shuttle, mainan semprot air, pantai marina, rumah cowboy, dan food centre, serta kolam renang yang kedalamannya disesuaikan dengan umur. Di area ini  terdapat juga permainan kapal yang dikendalikan dari pinggir kolam renang. Kapal kendali ini dihiasi replika bangunan-bangunan terkenal dari berbagai belahan bumi, seperti Patung Liberty di Amerika Serikat, Tembok Besar Cina, dan Gedung Opera di Australia.
Bagi wisatawan yang suka bertualang di laut lepas disediakan speed boat yang siap mengajak pengunjung berputar-putar mengelilingi Laut Jawa. Aneka peralatan yang tersedia di antaranya adalah banana boat, jetsky, dan bumpers boat.

Tampak Kolam Renang dan Hamparan Laut Jawa
Sumber Foto: wisatalamongan.com

C. Lokasi

Lokasi WBL terletak di Jl. Raya Daendels, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

D. Akses

Akses menuju lokasi WBL bisa ditempuh dengan kendaraan jenis apapun, karena letaknya tepat di pinggir jalan pantai utara (pantura). Lokasi WBL dilintasi jalur utama pantai utara yang menghubungkan Jakarta—Surabaya dan juga dilintasi jalur Surabaya—Cepu—Semarang, sehingga wisatawan yang menggunakan mobil pribadi melewati kedua jalur tersebut bisa langsung menuju lokasi WBL.
Sedangkan bagi wisatawan yang berangkat dari Terminal Bungurasih Surabaya dapat menggunakan bus kota No. P8 jurusan Terminal Wilangon menuju Kota Gresik. Dari Terminal Wilangon, pengunjung dapat menggunakan bus jurusan Paciran. Setelah sekitar 1,5 jam dan membayar ongkos sekitar Rp 10.000 (Juli 2008), pengunjung dapat turun di depan pintu gerbang WBL. Selain itu, bagi wisatawan yang berangkat dari Terminal Babat Lamongan, yang merupakan persimpangan antara jalur Surabaya—Semarang dengan jalur Malang—Jombang—Tuban, dapat menggunakan taksi atau angkutan umum menuju lokasi WBL dengan harga sekitar Rp 10.000 hingga Rp 20.000 (Juli 2008). Dan pengunjung yang berangkat dari Stasiun Kota Lamongan dapat menggunakan taksi atau angkutan umum menuju lokasi WBL dengan harga sekitar Rp 5000 hingga Rp 10.000 (Juli 2008) dan waktu tempuh kira-kira 1 jam.

E. Harga Tiket

Wisatawan yang berkunjung ke WBL dikenai tiket bervariasi, tergantung hari kunjungannya dan fasilitas yang ingin dinikmati. Pada hari Senin hingga Jum‘at pengunjung dikenai tiket promotion rate sebesar Rp 20.000 hingga Rp 30.000 (Juli 2008), sedangkan yang berkunjung pada hari Sabtu, Minggu, dan hari besar atau hari libur lainnya, dikenai tiket weekend rate sebesar Rp 25.000 hingga Rp 40.000 (Juli 2008). Masing-masing pengunjung dapat menikmati sedikitnya 20 macam fasilitas WBL.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di kawasan WBL, terdapat lokasi parkir yang luas dan berbagai tempat belanja khas Jawa Timur seperti toko cenderamata, pasar buah, pasar sayur, dan warung-warung makan yang dibuka mulai pukul 09.00 hingga pukul 21.00 WIB.
Sekitar 300 meter dari WBL, terdapat Gua Istana Maharani, Makam Sunan Drajat, dan Makam Sunan Sendang Duwur, penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Kedua makam tersebut memiliki arsitektur yang dipengaruhi oleh Kerajaan Majapahit. Di dekat kompleks makam tersebut terdapat Museum Sunan Drajat dan Museum Van Der Wijk. Selain itu, sekitar 6 km ke arah barat terdapat Pelabuhan Ikan Brondong yang dilengkapi dengan tempat pelelangan ikan yang sangat terkenal di Jawa Timur.
Bagi yang ingin menginap, WBL juga menyediakan hotel berbintang tiga yaitu, Tanjung Kodok Beach Resort yang meliputi cottage, paviliun, funcion hall, dan hotel dengan kapasitas 50 hingga 60 kamar. Di sini para wisatawan bisa menginap antara 5 sampai 15 orang dalam satu kamar.

Gunung Bromo

Keberadaan Gunung Bromo dengan lautan pasirnya yang fenomenal sudah cukup lama dikenal sebagai salah satu tujuan wisata terkemuka di Indonesia. Gunung Bromo merupakan salah satu gunung pada Pegunungan Tengger.
Dengan ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, panorama elok terpancar saat memandang pesona alam yang tidak akan pernah ada habisnya. Gunung Bromo berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti Brahma atau seorang dewa yang utama dan terletak dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Photo credits - Rhamadian Qadafi/Portaltiga


Daya tarik Gunung Bromo yang istimewa adalah kawah di tengah dengan lautan pasirnya yang membentang luas di sekeliling kawah Bromo, mengepulkan asap putih. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Ketinggian yang relatif “rendah” untuk ukuran gunung membuat perjalanan menuju Gunung Bromo relatif mudah.

Photo credits - Rhamadian Qadafi/Portaltiga

Dari puncak gunung berapi yang masih aktif ini, Anda bisa menikmati hamparan lautan pasir luas, dan menyaksikan kemegahan gunung Semeru yang menjulang menggapai langit. Anda juga bisa menatap indahnya matahari beranjak keluar dari peraduannya atau sebaliknya menikmati temaram senja dari punggung bukit Bromo.

Untuk melihatnya, Anda harus menaiki Gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini. Medan yang harus dilalui untuk menuju Gunung Pananjakan cukup berat. Untuk menuju kaki Gunung Pananjakan, Anda harus melalui daerah yang menyerupai gurun yang dapat membuat Anda tersesat. Saat harus menaiki Gunung Pananjakan, jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam, tentu membutuhkan ketrampilan menyetir yang tinggi.

Untuk itu, banyak pengunjung yang memilih menyewa mobil hardtop (sejenis mobil jeep) yang dikemudikan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar berasal dari suku Tengger yang ramah dengan para pengunjung. Sampai di atas, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu tebitnya matahari. Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat.

Photo credits - Rhamadian Qadafi/Portaltiga

Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan momen ini. Anda pun tidak selalu bisa melihat peristiwa ini, karena bila langit berawan, kemunculan matahari ini tidak terlihat secara jelas.

Namun, saat langit cerah, Anda dapat melihat bulatan matahari yang pertama-tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan-lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung-gunung yang ada di kawasan ini. Antara lain, Gunung Bromo, Gunung Batok, atau Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Sejarah terbentuknya Gunung Bromo dan gunung-gunung yang ada di sekitarnya berawal dari keberadaan Gunung Tengger (4.000 mdpl) yang merupakan gunung terbesar dan tertinggi saat itu.

Kemudian terjadi letusan dahsyat yang menciptakan kaldera dengan ukuran diameter lebih dari 8 kilometer. Material vulkanik letusan gunung sekarang berubah menjadi lautan pasir, konon material tersebut pernah tertutup oleh air. Aktivitas vulkanik dengan munculnya lorong magma mengakibatkan terbentuknya gunung-gunung baru seperti Gunung Bromo, Gunung Widodaren, Gunung Batok, Gunung Watangan, Gunung Kursi dan Gunung Semeru.

Photo credits - Rhamadian Qadafi/Portaltiga

Bromo memang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan panorama gunung lainnya. Di sekitar Bromo hingga puncak tidak ditemui tanaman hijau selain semak belukar. Gunung Bromo yang masih terdapat dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa lautan pasir seluas 5.250 hektare.

Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70 ribu atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang beterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.

Dari kaki gunung fenomenal itu, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo , Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap.

Anda juga dapat melayangkan pandangan ke bawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Setelah berlama-lama di puncak, apabila pelancong sudah merasa kelaparan, di bagian bawah Bromo terdapat warung-warung yang menjajakan gudeg, mie instan, air mineral dan jajanan murah. .

Selain menyaksikan keindahan panorama yang ditawarkan oleh Bromo-Semeru, apabila Anda datang di waktu yang tepat, maka Anda dapat menyaksikan Upacara Kesodo, yang diadakan oleh masyarakat Tengger. Upacara ini biasanya dimulai pada saat tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kesodo [ke-sepuluh] menurut penanggalan Jawa.

Photo credits - Rhamadian Qadafi/Portaltiga

Upacara Kesodo merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Saat prosesi berlangsung, masyarakat Tengger lainnya beramai-ramai menuruni tebing kawah dan sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.

Ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan saat ke kawasan Gunung Bromo antara lain, Berkunjunglah pada musim kemarau, jangan musim penghujan, sehingga anda akan mendapatkan momen pemandangan yang sempurna. Siapkan pakaian pelindung dingin, seperti kerpus, slayer, syal, sarung tangan, jaket, dan jangan lupa sepatu karena cuaca disini cukup dingin. Bawalah juga kacamata untuk pelindung dari debu pasir selama di Segoro Wedi. Jangan berada di kawah Bromo di atas pukul 9 pagi untuk menghindari risiko keracunan.

Ada empat pintu gerbang utama untuk memasuki kawasan taman nasional Bromo Semeru ini yaitu: Desa Cemorolawang jika melalui jalur Probolinggo, Desa Wonokitri dengan jalur Pasuruan, Desa Ngadas dari jalur Malang dan Desa Burno adalah jalur Lumajang.

Adapun rute yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut:
- Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km,
- Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 km
- Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km

Selamat menikmati keindahan eksotis Gunung Bromo!

Rawon Setan | Wisata Kuliner Surabaya

Rawon setan adalah salah satu produk unggulan Wisata kuliner Surabaya. Resep kuliner Rawon setan yang sudah turun menurun dan dimodifikasi menjadi rahasia sang pemilik Depot Rawon setan. Depot Rawon yang dalam sejarahnya berdiri di Jl. Embong malang surabaya ini pertama kali didirikan oleh Musiyah. Lalu kenapa sekarang ada Rawon setan Mbak Endang ? Itu dikarenakan Mbak Endang adalah cucu dari Musiyah itu sendiri. Nama Rawon setan diberikan karena Depot tersebut buka pada jam 10 malam. Padahal menurut cerita dari warga sekitar, nama awal Rawon setan adalah Rawon Hostes karena kebanyakan yang beli adalah para Pengunjung kafe dan pelayan Diskotik yang banyak bertebaran didaerah tersebut. Lalu jika terdapat lagi Depot Rawon setan Bu Mulyadi (Bu sup atau Bu Mul) karena beliau adalah mantu dari Musiyah. Keduanya kini memiliki Depot Rawon setan sendiri di kawasan Surabaya.

Bagi para penikmat Rawon, maka Rawon setan layak dan patut mendapat referensi Kuliner yang mak nyus. Irisan daging yang pas di campur dengan Aroma khas Rawon menjadikan sajian Rawon setan layak ditunggu kehadirannya. Harga yang ditawarkan pun tidak membuat kantong kita kempes. Paket hemat yang terdiri dari Nasi Rawon, Telor asin, Krupuk udang dan teh botol sosro ditawarkan dengan harga Rp 20rb. Sungguk suatu harga yang layak untuk masakan yang namanya melegenda di surabaya tersebut.

Sebagai tempat makan sepanjang libur Natal, kita boleh mencoba kelezatan Rawon setan tersebut sambil saling berkirim SMS Natal atau pun SMS cinta untuk sosok wanita yang kita cintai. Semoga Rawon setan terus menjaga mutu resep masakan nya agar setiap kita pada gilirannya dapat kesempatan untuk mencicipi masakan khas Wisata kuliner Surabaya tersebut di temani oleh Lagu-lagu dari artis Favorit kita masing.

Senin, 08 Agustus 2011

TV online

Video TV Online Mivo