Sabtu, 04 Agustus 2012

Nocerino Bangga Kenakan Nomor Punggung Rino


Gelandang AC Milan, Antonio Nocerino, mengaku bangga dipercaya mengenakan nomor punggung delapan, peninggalan Gennaro "Rino" Gattuso.

Gattuso memutuskan hijrah ke Sion pada akhir musim lalu. Tidak bisa dipungkiri, gelandang gaek asal Italia tersebut merupakan bagian dari kejayaan Milan selama 13 tahun berada di San Siro.

Kini nomor punggung delapan milik Gattuso diteruskan kepada Nocerino.  "Ketika kami bermain melawan Novara di San Siro, Rino mengatakan, dia senang jika aku yang memakai nomor punggungnya. Dan itu terjadi," kata Nocerino kepada Milan Channel.

"Aku senang karena Rino merupakan teman baik yang telah banyak membantuku. Hal yang sangat penting ketika mengenakan seragam bersejarah. Aku akan melakukan yang terbaik saat aku mengenakannya,"

Depresi Perpendek Hidup Pasien Kanker


Hampir setiap pasien kanker akan mengalami gejolak emosi saat mengetahui dirinya mengidap kanker. Sebaiknya segera diatasi karena tubuh Anda harus menghadapi sejumlah tantangan fisik. Depresi bisa menghambat proses kesembuhan pasien kanker.

Para pakar di University of Texas M.D Anderson Cancer Center berpendapat hal ini mungkin terkait dengan pengaturan hormon stres yang abnormal dan peradangan (inflamasi) ekspresi gen. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1 Agustus 2012 dalam PLoS ONE.

"Temuan kami menunjukkan bahwa kesehatan mental dan sosial dapat mempengaruhi proses biologis, yang memengaruhi perkembangan kanker," kata peneliti, Lorenzo Cohen, dalam sebuah rilis berita.

"Penelitian juga menunjukkan bahwa skrining untuk kesehatan mental harus menjadi bagian dari perawatan standar, bahkan untuk menghadapi penyakit yang bisa mengancam jiwa," tambah Cohen.

Untuk membuktikan temuannya tersebut, para peneliti menganalisis survei yang diselesaikan selama jangka waktu lima tahun dengan melibatkan 217 pasien yang baru didiagnosis dengan kanker ginjal yang telah menyebar.

Para peserta diminta menjawab pertanyaan tentang bagaimana kehidupan agama dan spiritual mereka. Mereka juga ditanya tentang gejala depresi, dukungan sosial, kualitas hidup dan cara mengatasi permasalahan. Selain itu, partisipan juga diminta sampel darah serta lima sampel air liur setiap hari selama tiga hari.

Para peneliti menggunakan sampel air liur untuk melacak perubahan kadar hormon kortisol, hormon stres yang biasanya tinggi di pagi hari.

Sepanjang penelitian itu, 64 persen pasien meninggal. Kebanyakan atau rata-rata pasien dapat bertahan hanya 1,8 tahun setelah  didiagnosis. Secara keseluruhan, peneliti menemukan bahwa 23 persen pasien mengalami depresi klinis. Peneliti berasumsi bahwa depresi dapat menyebabkan kelangsungan hidup pasien lebih pendek.

Hasil kajian juga menunjukkan bahwa tingkat kortisol lebih tinggi dari biasanya terkait dengan kelangsungan hidup lebih pendek antara pasien kanker. Dari sini, peneliti menyimpulkan bahwa hubungan antara kesehatan mental pasien dan waktu kelangsungan hidup sangat terkait dengan pengaturan gen inflamasi.

Cohen mengatakan, meski ada hubungan antara depresi dan kelangsungan hidup pasien kanker, hal itu tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. "Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki apakah pengobatan depresi dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kanker dengan gangguan mood ringan, sedang atau berat," ujar Cohen.

Perempuan Lebih "Pintar" Selingkuh?


Berita mengenai perselingkuhan Kristen Stewart dan Rupert Sanders, sutradaranya di film Snow White and The Huntsman, masih menjadi perbincangan. Sebab perselingkuhan ini, dari sisi pasangan Kristen dan Robert Pattinson, lawan mainnya di seri Twilight, dilakukan oleh pihak perempuan. Fakta ini mematahkan anggapan yang beredar selama ini, bahwa pria lah yang dianggap sebagai tukang selingkuh. Sedangkan perempuan umumnya menjadi korban dari perselingkuhan tersebut.

Namun, dari berbagai studi, sebenarnya kerap terungkap bahwa perempuan sebenarnya lebih pintar dalam berselingkuh. Bagaimana pun, perempuan memiliki gairah yang sama dengan pria, mampu berbohong, atau melakukan tindakan manipulatif lainnya. Hanya saja, perempuan jarang tertangkap basah saat melakukan tindakan tersebut. Dan hal ini ternyata bukan sekadar faktor kebetulan, karena bisa dijelaskan secara ilmiah.
Menurut pakar relationship dan anthropolog Helen Fisher, PhD, manusia memiliki hasrat yang luar biasa untuk berbagi, dan hal ini susah dilawan. Memikirkan konsekuensi jangka panjang adalah sesuatu yang tergolong baru dalam pengembangan otak manusia. Pada kasus perselingkuhan yang melibatkan tokoh-tokoh terkenal seperti Tiger Woods dan Arnold Schwarzeneggers, dapat dilihat bahwa mereka adalah pria-pria dengan kadar testosteron yang tinggi. Kadar testosteron inilah yang antara lain memicu perselingkuhan tersebut.

Dalam suatu penelitian, ketika pasien diinjeksi dengan hormon testosteron, hal itu tidak hanya meningkatkan dorongan seksnya,  tetapi juga kecenderungan berpikir untuk jangka pendek sekaligus mengurangi visi jangka panjang mereka. Testosteron juga meningkatkan kecenderungan mereka untuk bersikap narsisistik. Ingin tahu contohnya?

Misalnya dengan merekam gambar-gambar mereka saat bermesraan, yang kemudian bocor ke publik. Atau, Anda mungkin masih ingat bagaimana 12 anggota Secret Service AS yang sedianya mengawal Presiden Barack Obama menghadiri KTT Amerika di Cartagena, Kolombia, April lalu, ramai-ramai membawa pulang perempuan pekerja seks ke hotel mereka. Sikap ceroboh seperti ini, ditambah kecenderungan berpikir pendek, akhirnya membongkar perilaku mereka yang memalukan.

Perempuan juga memiliki hormon testosteron, yang membantunya dalam memiliki kehidupan seksual yang baik. Namun, kadarnya memang lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki.

“Anda jarang menangkap basah perempuan yang selingkuh, karena mereka cenderung berpikir secara kontekstual. Mereka mempertimbangkan visi jangka panjang dan konsekuensi yang akan terjadi, jauh sebelum melakukan perselingkuhan,” ungkap Fisher, saat diskusi panel "The Algorithm Method: Love in the Social Media Age" yang digelar oleh Forbes, beberapa waktu lalu.

Mengapa perselingkuhan perempuan lebih dimaafkan?

Sementara itu, pengacara Blixa Scott, dalam tulisannya untuk majalah online Good Men Project, mengatakan bahwa perselingkuhan yang dilakukan kaum perempuan tidak didasari oleh nafsu dan keinginan memiliki, melainkan lebih karena cinta, kemesraan, dan keinginan menemukan belahan jiwa.

“Budaya kita tidak menoleransi perselingkuhan ketika hal itu murni karena libido. Namun ketika perselingkuhan itu berkaitan dengan kisah cinta, kita bisa memandangnya dengan cara yang berbeda. Dan, sebelum budaya kita berhenti mempertentangkan seksualitas pria dan wanita dengan menekankan bahwa pria hanya mengandalkan nafsu dan wanita hanya mengandalkan cinta, standar ganda perselingkuhan ini akan berlaku," paparnya.

Dalam masyarakat kita, orang yang menjadi korban perselingkuhan akan selalu didukung. Sedangkan bila perempuan yang menjadi pelaku perselingkuhan, biasanya kita melihat-lihat dulu latar belakangnya.

Jika kita mempunyai teman perempuan yang selingkuh, kita tetap berpihak padanya meskipun kita sebenarnya tidak mendukung perilakunya. Apalagi, kalau perselingkuhan itu didasari latar belakang suaminya yang brengsek, misalnya. Tetapi jika sang suami adalah pria yang baik, kita akan dengan mudah menggunjingkan lalu mengucilkan teman perempuan yang selingkuh ini.

4 Cara Keramas yang Salah Kaprah


Cuaca yang makin panas dan kelembaban udara yang tinggi sekarang ini membuat rambut kita lebih cepat kotor dan lepek. Jika ditambah dengan cara Anda mengeramas rambut yang salah, kondisi rambut akan menjadi berminyak, kusam, atau justru kering. Mengenali kesalahan saat mencuci rambut akan membantu Anda menghemat waktu dan uang saat merawat rambut. Lihat empat kesalahan tersebut di sini:

Kurang cukup membasahi rambut. Kebiasaan terburu-buru pada pagi hari mungkin membuat Anda tidak mengguyur cukup banyak air sehingga rambut tidak basah seluruhnya. Lalu, Anda menuangkan sampo pada rambut yang masih separuh kering atau lembab. Ibarat panci kotor di mana sisa-sisa makanan menempel di dalamnya, pasti akan lebih mudah dibersihkan ketika sudah direndam dengan air. Rambut dan kulit kepala pun akan lebih mudah dibersihkan ketika seluruh bagiannya sudah basah.

Menyampo rambut hingga ke ujungnya. Tak perlu meniru iklan-iklan sampo di mana tokohnya mengeramas seluruh rambutnya dengan busa yang begitu tebal. Fokuslah untuk mencuci area kulit kepala di mana minyak diproduksi. Ujung rambut merupakan bagian yang paling kering. Menyabuni bagian tersebut dengan sampo hanya akan menyerap lebih banyak kelembabannya.
Sebaliknya, kondisioner justru hanya diaplikasikan pada batang dan ujung rambut yang cenderung kering. Anda tidak perlu menyabuni akar rambut, karena akan membuatnya lebih berminyak. Mengapikasikan kondisioner pada akar rambut sama saja dengan mengotori kulit kepala Anda lagi.

Keramas terlalu sering, atau terlalu sedikit. Rata-rata orang mencuci rambut setiap dua hari sekali. Tetapi hal ini tidak selalu berlaku untuk semua orang. Ada yang cukup mencuci rambutnya seminggu sekali, ada juga yang setiap hari harus keramas. Untuk itu, kenali jenis rambut Anda, dan jenis rambut yang Anda miliki harus dikeramas berapa kali seminggu. Bereksperimen lah dengan frekuensi keramas, lalu lihat bagaimana hasilnya.
Rambut yang ikal cenderung lebih kering dan bisa lebih jarang dikeramas, sedangkan rambut yang lurus biasanya lebih cepat berminyak. Jika Anda tergolong lebih aktif, dan biasa berolahraga secara rutin, sebaiknya memilih sampo dengan bahan yang cukup lembut agar bisa keramas setiap hari. 

Membiarkan residu tertinggal pada rambut. Sering menggunakan hairspray atau foam rambut? Jika Anda tidak cermat mencucinya, sisa-sisa bahan penataan rambut itu akan menumpuk dan memberatkan rambut Anda. Cari sampo yang memiliki bahan aktif untuk membersihkan rambut yang sering ditata, tetapi jangan sampai menghilangkan kelembaban alaminya (yang diperoleh dari kandungan minyak pada rambut).  Rambut yang sudah terkuras kelembabannya akan mengimbanginya secara berlebihan dengan memproduksi minyak lebih banyak. 

Samsung Pakai Film Fiksi untuk Buktikan Tak Contek iPad


Dua perusahaan teknologi raksasa, Samsung dan Apple, saat ini sedang menjalani proses pengadilan di San Jose, California, AS, JUmat (3/8/2012).

Salah barang bukti yang dihadirkan Samsung untuk melawan Apple, adalah film fiksi ilmiah.

Samsung memutar potongan film fiksi ilmiah produksi 1968) dan program televisi yang tayang di Inggris pada 1973 sampai 1979, berjudul The Tomorrow People.

Di sana terlihat sebuah perangkat elektronik berbentuk segi empat dan tipis, dengan permukaan datar. Perangkat ini terlihat seperti tablet di masa sekarang.

Melalui potongan film ini, Samsung ingin membuktikan bahwa konsep tablet telah ada sejak dulu.

Atas dasar ini, Samsung menilai konsep tablet iPad tidak sepenuhnya orisinil. Samsung juga membela diri bahwa tablet Galaxy Tab tidak mencontek desain iPad.

Sayangnya, Hakim Lucy Koh memutuskan bahwa film fiksi ilmiah ini, tidak dapat digunakan sebagai barang bukti.

Setelah 17 bulan menjalani masa pra-peradilan, proses hukum antara Apple dan Samsung bakal memasuki tahap akhir. Taruhannya sangat besar, salah satu akan mengalami rugi miliaran dollar di AS, yang notabene adalah pasar penting bagi kedua perusahaan.

Kasus ini akan diputuskan oleh 10 anggota tim juri, yang berlangsung selama empat pekan ke depan.

Baik Apple dan Samsung, dipersilakan menghadirkan 20 orang saksi. Ini termasuk publik, perusahaan yang menjual produk Apple dan Samsung, desainer, ahli paten, dan ilmuwan komputer. Mereka akan menjawab pertanyaan di bawah sumpah.
 
Sumber : Gizmodo