Sabtu, 22 September 2012

Minuman Manis Jadi Penyebab Epidemi Kegemukan

Prosentase orang yang mengalami kegemukan di Amerika Serikat terus meningkat, bahkan sudah digolongkan sebagai epidemi atau wabah yang meluas. Minuman yang mengandung gula tinggi, termasuk soda, diduga menjadi penyebabnya.

Sebuah penelitian berskala besar dan jangka panjang yang melibatkan lebih dari 33.000 orang AS menunjukkan bukti nyata bahwa minuman manis yang berinteraksi dengan gen yang memengaruhi berat badan akan meningkatkan risiko obesitas.

Pengaruh minuman manis bahkan lebih besar dibanding faktor keturunan. Ini berarti minuman tersebut berbahaya bagi orang-orang dengan gen yang rentan kegemukan. Celakanya, hampir sebagian besar orang memiliki gen tersebut.

Kabar baiknya, dua penelitian menunjukkan memberikan minuman alternatif yang bebas kalori kepada anak-anak dan remaja cukup efektif untuk mencegah kenaikan berat badan.

Para peneliti menyimpulkan, minuman manis merupakan faktor penyebab kegemukan yang tidak terkait dengan makan berlebih atau kurang berolahraga.

Konsumsi minuman manis, termasuk soda, jus buah, dan sport drink yang ditambah gula, di AS meningkat dua kali lipat dibanding dengan tahun 1970-an. Jumlah orang yang obesitas juga meningkat dua kali lipat.

Selain faktor hobi mengasup minuman manis, faktor lain yang juga berpengaruh pada kegemukan adalah kurang bergerak dan mengonsumsi makanan tinggi kalori.


Sumber : AP

Jumat, 07 September 2012

Budi Doremi Tinggalkan Ukulele


Ukulele dan kemeja kotak-kotak identik dengan penampilan Budi Doremi (27). Namun, membawakan lagu dalam drama seri KompasTV yang berjudul Duet, Budi melepas ukulelenya.

Pemilik nama asli Syahbudin Syukur ini membawakan lagu itu tanpa ukulele. Ia menyanyikannya dengan band. "Sebenarnya (lagu itu) bisa dibawain dengan satu gitar aja. Tapi, ini kan drama seri keluarga. Kita harus mendukung agar lebih syahdu lagi. Makanya, kita buat yang versi full band," terang Budi di Jakarta, Kamis (6/9/2012).

Dalam setiap episodenya, Duet akan menghadirkan satu lagu yang pernah tenar, mulai dari era 1990-an. Budi kebagian menyajikan "Jalan Kita Masih Panjang", milik Dewa 19, yang diaransemen ulang. Menurutnya, lagu tersebut memiliki makna yang dalam dan mendukung isi cerita Duet.

"Film ini dibuat kuat bukan sekadar dari alur cerita, melainkan ada pesan lain yang disampaikan melalui ranah musik. Menjadi satu kesatuan, dunia visual diperkuat dengan dunia musik," puji Budi.

Ia pun tak menutup kemungkinan nyanyiannya tersebut untuk menjadi bagian dari album solonya kelak. Tapi, semua itu tentu bergantung pada pihak label yang menaunginya.

"Pada akhirnya gue suka sama musik ini karena sudah menjadi bagian dari diri gue sendiri. Kalau mau dijadiin single, boleh-boleh aja kok. Kita lihat aja, label mengizinkan atau tidak," ujarnya.

Keindahan Lombok Utara Bisa Tandingi Bali


Keindahan wisata bahari dengan pantai pasir putih yang masih bersih menyebabkan sebuah pulau kecil di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi menandingi obyek wisata di Bali.

"Bahkan, bukan tidak mungkin suatu saat potensi wisata Gili itu bisa melampaui Bali yang sudah terkenal di dunia," kata Wakil Bupati Lombok Utara H Najmul Ahyar di Tanjung, Sabtu (11/8/2012).

Ia menambahkan pihaknya terus melakukan pembenahan obyek wisata Gili Trawangan agar suatu saat nanti bisa melebihi Bali.

"Saat ini kunjungan wisatawan ke tiga gili (Trawangan, Meno, dan Gili Air) rata-rata 1.300 orang setiap hari," katanya.
 
Ia mengatakan bahwa kehadiran Bandara Internasional Lombok (BIL) yang sebelumnya sempat dikhawatirkan menyebabkan Gili Trawangan sepi pengunjung karena jauh dari bandara, ternyata tidak terbukti justru malah sebaliknya semakin ramai.

"Saat ini banyak wisatawan yang datang menggunakan kapal cepat dari Nusa Penida dan Pelabuhan Benoa, Bali langsung ke Gili Trawangan. Karena dari Trawangan ke Bali atau sebaliknya hanya membutuhkan waktu 1,5 jam," katanya.

Dalam kaitan itu, kata Najmul, pihaknya kini tengah melobi investor untuk memperbanyak transportasi laut dari Bali ke tiga gili khususnya Gili  Trawangan. Saat ini kapal cepat yang beroperasi empat kapal setiap hari.

Menurut dia, kapal cepat yang melayani lintas Trawangan Bali selalu penuh, karena itu peluang untuk menambah transportasi laut untuk jalur Trawangan-Bali masih terbuka.

Mengenai keberadaan pelabuhan yang kini sedang di bangun di Bangsal, Kecamatan Pemenang, Najmul mengatakan nantinya kapal yang datang dari Bali harus berlabuh di  Pelabuhan Bangsal, kemudian penumpang melanjutkan perjalanan dengan kapal motor kecil.  

"Selama ini semua kapal yang membawa wisatawan berlabuh langsung di Trawangan, sehingga tidak saja berdampak terhadap masalah pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga kekhawatiran peredaran barang terlarang, seperti narkoba akan masuk ke obyek wisata Gili Trawangan," ujarnya.

Kekhawatiran itu, menurut Najmul, beralasan karena tidak ada pos pemeriksaan, ketika penumpang turun di Trawangan tidak ada pemeriksaan.

"Kita harapkan dengan adanya Pelabuhan Bangsal ini nantinya akan lebih tertib, karena tidak ada rebutan penumpang, meningkatkan PAD dan yang tidak kalah pentingnya adalah meminimalkan masuk dan peredaran barang-barang terlarang di obyek wisata tersebut," ujarnya.

Ikan Celup Kuah Sepat Khas Sumbawa


Provinsi Nusa Tenggara Barat, terutama Pulau Lombok biasanya hanya terkenal dengan ayam Taliwang. Namun di Pulau Sumbawa, juga menyimpan kuliner khas lain yakni ikan kuah sepat khas Sumbawa. Ikan celup kuah sepat adalah ikan bakar yang disajikan dengan nasi putih, sambal tomat dan irisan mentimun. Ikan yang dipilih biasanya adalah jenis kakap dan baronang serta berukuran sedang.

Kuah sepat terbuat dari terong, mangga muda, daun aru dan ketimus belimbing wuluh, tomat, kemiri dan asam Sumbawa. Bahan dtaruh di dalam mangkuk kemudian dituangi air. Kuah sepat disajikan tanpa dimasak lebih dahulu. Ini menjadikan kuah ini terasa asam segar. Rasanya seperti acar. Bedanya, asam kuah ini alami dari bahannya, bukan karena cuka.

Masakan yang menggunakan kuah sepat bisa disebut ikan celup kuah sepat karena cara memakannya. Daging ikan disuwir, dicelupkan ke kuah sepat lalu dicocolkan di sambal tomat, baru dimakan.

Saat menyentuh lidah, rasanya lengkap. Ada rasa manis dari ikan bakar, asam kuah sepat serta pedas dari sambal tomat. Semua papila lidah mencecap masakan. Kita akan berpikir, masakan ini lezat.

Ikan kuah sepat paling pas disantap saat makan siang. Nasi putih pulen berpadu dengan citarasa masakan ikan memberi kenikmatan dan pasokan energi setelah tenaga dikuras.

Sembari menyantap ikan kuah sepat, paling pas ditemani kelapa muda utuh dengan perasan jeruk nipis. Hmm... siang bolong nan terik jadi terasa sejuk dan segar.

Ikan kuah sepat bisa dicicipi bila Anda berkunjung ke Pantai Maluk di Kabupaten Sumbawa Barat. Warung-warung di pinggir pantai yang menyajikan kreasi kuliner ini.

Mencicipi ikan kuah sepat di Pantai Maluk, Anda akan merasakan citarasa lebih. Ikan tidak amis seperti ikan perkotaan, tapi terasa manis segar. Bagi penulis, ini penting. bau amis akan mengurangi citarasa masakan.
Satu porsi ikan celup kuah sepat bisa dinikmnati dengan harga tak sampai Rp 30.000. Habis mencoba satu porsi, penulis yakin Anda akan kangen dengan rasa masakan ini.

Mencicipi ikan kuah sepat, Anda akan tahu bahwa betapa pun kaya olahan kuliner nusantara, ternyata berbagai daerah punya selera mirip soal masakan ikan, paduan rasa asin, manis, pedas dan asam.
Kalau berkunjung ke Manado misalnya, ikan bakar disajikan dengan sambal dabu-dabu yang terbuat dari cabe merah dan rawit, bawang merah, air tomat, air jeruk dan kemangi.

Sementara itu, di Jawa Barat, orang menggemari sayur asem, ikan asin dan sambal terasi. Di Jawa Tengah lebih sederhana, rasa asam cukup diperoleh dari perasan jeruk nipis.
Kuliner Indonesia kaya serta beragam. Dan, ikan kuah sepat adalah salah satu bentuk keragaman kuliner yang wajib dicicipi.

Manisnya Jelly Moon Cake Rasa Lemon Madu


Kotak biru dengan gambar seorang dewi jelita tampil dengan apik. Isinya tak kalah menarik, moon cake atau kue bulan. Dewi bulan yang mengantar legenda Mid-Autumn festival atau Festival Musim Gugur memang cocok menjadi gambaran kecantikan kreasi kue bulan dari Pearl Chinese Restaurant yang berada di JW Marriott Hotel Jakarta.

Perayaan Festival Musim Gugur dikenal dengan sebutan Festival Kue Bulan, sebab perayaan ini selalu menghadirkan acara makan kue bulan atau memberikan kue bulan kepada kerabat.

Berbagai hotel berbintang di Indonesia setiap tahunnya menjelang perayaan Festival Kue Bulan berlomba-lomba mengeluarkan kreasi kue bulan untuk menarik hati pelanggannya. Entah inovasi dalam rasa, bentuk, sampai kemasan penghantar kue bulan.

Salah satunya adalah JW Marriott Hotel Jakarta yang memang sudah terkenal sejak lama selalu mengeluarkan kue bulan yang inovatif. Tahun ini, Pearl Chinese Restaurant, restoran andalan JW Marriott Hotel untuk kuliner Chinese mengeluarkan jelly moon cake.

Kue bulan dari agar-agar itu pun begitu kenyal dengan tekstur yang padat. Ada rasa green tea atau teh hijau, honey lemon atau lemon madu, bunga krisan, dan lidah buaya, yang bisa menjadi pilihan untuk jelly moon cake.

Aroma teh hijau terasa betul di lidah saat mengigit green tea jelly moon cake. Namun, saya rekomendasikan rasa honey lemon, rasa manis dengan aroma lemon yang asam, paduan yang menyegarkan di lidah. Satu kue pun terasa tak cukup.

Nah, untuk kue bulan tradisional pun tak pantas dilewatkan. Apalagi kali ini Pearl Chinese Restaurant menghadirkan rasa baru yaitu rasa talas. Selain rasa talas, rasa lainnya adalah teh hijau, kacang merah, dan wijen.

“Kami masih menggunakan cara tradisional saat membuat kue bulan,” tutur Director of Marketing Communications JW Marriott Jakarta, Ina Ilmiaviatta.

Kue bulan dibuat secara hati-hati satu per satu dengan tangan. Alat pencetaknya pun masih terbuat dari kayu yang khas tradisional. Kue bulan biasa menggunakan kulit terbuat dari telur lalu diberikan isian sesuai rasa yang diinginkan. Baru kemudian adonan dipanggang. Bentuknya bulat dan warna cokelat keemasan dari hasil panggangan.

Berbeda dengan kue bulan biasa, kue bulan dengan snow skin tidak dipanggang. Ia diselimuti dengan kulit dari tepung beras. Teksturnya lembut dan enak dimakan dalam keadaan tidak panas. Rasa yang tersedia adalah cokelat truffle yang dibuat dari cokelat premium dari Swiss, rasa durian, teh hijau, kacang merah, wijen, dan talas.

Harga untuk sekotak kue bulan mulai dari Rp 298.000 (++) tergantung jenis kue bulan dan ukurannya. Kue bulan di Pearl Chinese Restaurant tersedia sampai tanggal 30 September 2012. Festival ini memang awalnya sebagai penghormatan kepada Dewi Bulan.

Nah, untuk merasakan perayaan Festival Kue Bulan, bagaimana kalau menikmati kue bulan dengan secangkir teh sambil menatap bulan di tepian danau bersama kerabat. Apalagi bila tepat di saat bulan purnama. Catat saja, bulan purnama berikutnya adalah tanggal 30 September 2012.