Jumat, 07 September 2012

Menikmati Aneka Jenis Pastry Sambil Ngopi


Aneka jenis pastry sekarang tidak hanya sekadar untuk makanan penutup atau dessert setelah main course (makanan utama) saja, namun bisa menjadi sejenis kudapan ringan teman ngopi atau ngeteh. Atau bisa juga sebagai kado istimewa atau buah tangan untuk keluarga. Jenisnya yang bermacam–macam dan rasanya yang enak membuat Anda memiliki banyak pilihan untuk menentukan mana yang cocok sesuai selera.

Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta mempersembahkan sajian pastry lezat di Cake & Pastry shop selama bulan September. Beraneka ragam pilihan pastry dapat Anda nikmati yang tentunya fresh from the oven, mulai dari cakes, tart, bread, croissants, pies, cookies, chocolate praline dan masih banyak lagi.

Menurut Public Relations Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Malika Hesty, dalam siaran persnya, Kamis (7/9/2012), aneka ragam pastry ini sangat cocok untuk cemilan teman kopi dan teh atau sebagai oleh-oleh buat keluarga dan kerabat.

Aneka jenis pastry ini dapat Anda nikmati mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB. Harganya pun bervariasi, untuk desserts, slice of cake, dan whole cake mulai dengan harga Rp 25.000.

Malika menambahkan, Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta memberikan tawaran menarik, dimana pengunjung bisa mendapatkan diskon sebesar 50 persen untuk pembelian Pastry di Cake & Pastry Shop untuk jenis apa saja pada jam 20.00-22.00 WIB. (*)

Dari "Backpacker" sampai John Travolta Pun Pernah Menginap di NTB


Pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah naik daun, baik di kalangan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa pun bisa menampung turis dari kelas backpacker hingga turis kelas atas seperti selebriti dunia John Travolta.

"Akomodasinya beragam, dari penginapan dengan harga Rp 100.000-an sampai deluxe hotel seperti di Pulau Moyo, namanya Amanwana. Mereka menggunakan tenda yang dimodifikasi sehingga luks. Lady Diana dan John Travolta pernah menginap di sana," ungkap Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB Awanadhi Aswinabawa saat ditemui di Jakarta, Kamis (6/9/2012).

Ia menuturkan, sampai pertengahan tahun 2012, Pulau Lombok dapat menyediakan hingga 700 kamar yang tersebar di hotel-hotel yang berada di Gili Trawangan, Senggigi, dan Mataram.

Sementara itu, kawasan Lombok Selatan, tepatnya di daerah Pantai Kuta yang rencananya akan dibuat kawasan resor terpadu Mandalika, akan bermunculan hotel-hotel berbintang baru.

"Ada lima operator hotel sudah masuk. Kalau hotel berbintang di dekat Pantai Kuta baru Novotel. Hotel kecil sudah banyak," kata Awanadhi.

Bahkan, tambah Awanadhi, di daerah Grupuk yang tenar sebagai lokasi berselancar sudah banyak hotel kecil untuk para peselancar.

Pesona Pantai Tanjung Karang Donggala Masih Tersembunyi


Kilauan cahaya emas memantul dari tepi pantai berpasir yang pagi itu banyak dilintasi perahu nelayan. Riak-riak kecil ombak menghempas dengan buih yang menyapu lembutnya permukaan pasir Pantai Tanjung Karang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis (6/9/2012) kemarin.

Pantai yang terletak sekitar 35 km dari pusat Kota Palu ini menjadi pusat dicanangkannya gerakan Sadar Wisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pantai yang berombak tenang itu memang menjadi salah satu tujuan wisata utama di Sulawesi Tengah. Potensi wisata di pantai ini mulai dikembangkan dengan beberapa bangunan rumah panggung yang difungsikan sebagai penginapan.

Rumah berukuran lebih kurang 5 x 5 meter hanya berjarak sekitar 10 meter dari bibir pantai. Terdapat pula sebuah resor yang biasa digunakan menginap para wisatawan asing.

Prince-John Resor inilah justru salah satu yang memelopori wisata minat khusus, yaitu wisata selam. Tempat ini menjadi operator selam bagi wisatawan.

Minimnya promosi wisata di tanah air membuat potensi keindahan bawah air di sekitar pantai Tanjung Karang ini lebih banyak diketahui di luar negeri. Pemerintah daerah setempat belum serius dalam menggarap wisata di kawasan ini. Penataan pantai terlihat belum maksimal sesuai tata ruang yang ada.

Wisatawan yang belum memiliki kemampuan menyelam dapat menikmati surga bawah laut dengan terumbu karang di dalamnya itu melalui perahu kaca. Harga sewa satu perahu ditawarkan Rp 100.000.

Akomodasi ke lokasi ini sangat mudah dengan banyaknya maskapai penerbangan yang ke Kota Palu. Lalu menempuh perjalanan darat sekitar 45 menit menuju Pantai Tanjung Karang.

Panggang Pacak Ala Tapanuli Tengah


Pacak dalam bahasa Tapanuli Tengah berarti menepuk-nepuk secara lembut. Begitulah panggang ikan dibuat dengan cara menepuk-nepuk ikan secara lembut dengan batang serai yang dicelupkan ke dalam bumbu.

Siang itu mendung menggantung di seantero Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Kami berada di warung di Jalan Poriaha Kilometer 8, Kecamatan Tapian Nauli. Persis di tepi Sungai Tapian Nauli, berdiri delapan gubuk kecil yang terpencar di atas lahan seluas 2.500 meter persegi. Dua di antaranya mengapung di sungai. Gubuk-gubuk itu dipayungi puluhan pohon kelapa, bambu, dan angsana.

Gubuk-gubuk itu berdinding bambu, berlantai papan kayu, dan beratap ijuk. Dinding gubuk hanya dibangun setengah badan sehingga angin leluasa bertukar-ganti. Di tengah-tengah gubuk yang rata-rata berukuran 3 meter x 4 meter itu, satu meja dan enam sampai delapan kursi berjajar. Khusus untuk gubuk di tengah sungai tanpa kursi. Inilah gubuk-gubuk yang digunakan Rumah Makan Simatupang menjamu pelanggannya.

Sekitar 7 meter dari tepi sungai, berdiri gubuk yang ukurannya dua kali lipat dibandingkan dengan gubuk-gubuk lain. Ini sejenis gubuk induk yang digunakan pemilik rumah makan untuk memasak dan menyiapkan sajian.

Aroma serai menyeruak. Rupanya Ira Simatupang (28), pemilik rumah makan, tengah memasak ikan kakap panggang pacak. Selama hampir 30 menit dia membolak-balik tujuh potong ikan yang telah dilumuri bumbu warna oranye. Sesekali dia menyelupkan batang serai ke dalam bumbu dan memukul-mukulkannya ke potongan-potongan ikan. Dia lantas mematikan api yang tiba-tiba muncul dari bara yang berbahan bakar batok kelapa itu.

”Kalau apinya dibiarkan, ikannya jadi bau sangit. Makanya harus dijaga agar tetap berupa bara,” ujarnya sambil terus membolak-balik dan menepuk-nepuk ikan secara lembut.

Begitu bumbu ikan terlihat agak kering, Ira mengangkat panggangan dan menaruhnya di piring. Seketika aroma ikan panggang pacak ini memompa selera makan. Rasa pedas cabai bercampur asam yang diselingi aroma jeruk dan serai begitu pas di lidah. Gurih kelapa berpadu dengan gurih ikan segar semakin membuat kami lahap makan.

Bahan bumbu panggang ikan pacak terdiri dari kelapa, cabai, kunyit, serai, asam, garam, dan jeruk nipis. Setelah kelapa diparut, dihaluskan lagi bersama bumbu lain dengan cara digiling secara manual. Setelah itu, bumbu dioleskan secara merata pada ikan. Sambil dipanggang di bara api, sesekali ikan ditambahi bumbu dengan cara dipukul-pukul secara lembut dengan batang serai yang telah ditumbuk ujungnya dan dilumuri bumbu. Ikan yang dipanggang bisa ikan kue, kakap, baronang, atau senangin.

Ikan panggang pacak paling pas disantap dengan nasi putih panas, sambal terung, dan daun singkong rebus. Sajian lebih pas jika ditutup dengan kelapa muda.

Tiga generasi
Keterampilan Ira dalam memasak diwarisi dari ibunya, Dawani Gultom (47). Dawani kini masih aktif membantu Ira memasak. Dawani mewarisinya dari mendiang ayahnya, Uba Simatupang. Uba sejak tahun 1960-an mendirikan Rumah Makan Simatupang dengan menu andalan ikan panggang pacak.
Teknik memasak ikan panggang pacak dengan cara dipukul-pukul lembut seperti itu memang khas Tapanuli Tengah. ”Tapi masakan ikan panggang pacak di rumah makan ini lebih khas,” kata Ernita Naibaho (35), pelanggan.

Keluarga Simatupang memiliki resep dalam menjaga cita rasa masakannya. Ikan yang dipanggang harus ikan segar. Dia membeli langsung dari para nelayan di Pantai Sibolga. Agar bumbu lebih merasuk, Ira lebih dulu memanggang ikan setengah matang sebelum memupuknya dengan bumbu. Bara api harus berbahan batok kelapa. Pernah dia mencoba pakai kayu bakar, tapi ikan menjadi bau asap.

Selain itu, Ira menghindari menghaluskan bumbu dengan blender. Dia memilih menggunakan gilingan batu. Oleh karena banyak pesanan dan ingin proses memasak lebih cepat, Ira pernah mencoba menghaluskan bumbu dengan blender. ”Hasilnya, saya kapok. Masakan jadi bau besi dan seperti ada bau ban terbakar. Pembeli pada protes,” katanya.

Kekhasan masakan Rumah Makan Simatupang itu membuat pelanggan setia datang. Pada hari biasa, sekitar 100 pembeli datang khusus memesan menu ikan panggang pacak. Di akhir pekan, pembeli bisa mencapai 300 orang. Mereka datang dari berbagai penjuru Tapanuli Tengah dan dari beragam kelas sosial, mulai dari jelata sampai pejabat daerah.

Apalagi, harga ikan panggang pacak ini relatif murah. Satu porsi hanya Rp 15.000 sampai Rp 20.000. Itu sudah termasuk sepiring nasi putih berikut sambal terung dan daun ubi rebus.

Menurut Boibe Manurung (35), staf gizi di Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara, yang membuatnya ”nyandu” mengonsumsi ikan panggang pacak itu pada rasa pedas, gurih, dan aroma wangi serainya. Dalam sebulan sedikitnya empat kali ia memesan ikan panggang pacak.

JKT48 Tunda Buka Teater Permanen Mereka


Sedianya, idol group JKT48 akan membuka teater permanen mereka pada Sabtu (1/9/2012) di Lantai 4 fX Lifestyle X'enter, Jakarta. Namun, pelaksanaan rencana tersebut harus mereka tunda. Kesiapan fisik menjadi salah satu alasan mereka.

"Kami baru saja selesai konser di Tokyo Dome (Jepang). Jadi, (waktu peresemian teater itu) mepet. Ya, istirahat dulu lah," terang Kinal, salah seorang anggota JKT48, di Jakarta, Sabtu (1/9/2012).

Teater itu akan menjadi tempat tetap JKT48 untuk menggelar pertunjukan. Para personel idol group tersebut menyambut gembira rencana pembukaan teater itu, meski harus mereka tunda. Selama ini mereka memang belum memiliki tempat pertunjukan yang tetap.

Oleh karena itu, untuk penampilan perdana mereka nanti di teater tersebut, mereka giat berlatih. "Di teater ini kami pengin tunjukkan yang terbaik. Kesan pertama kan penting. Insya Allah banyak fan lagi yang akan datang kalau pertunjukan pertama memuaskan," ujar Kinal.

Teater tersebut baru akan dibuka pada Sabtu mendatang (8/9/2012). Namun, mereka belum mau mengungkapkan jadwal pertunjukan mereka dalam setiap minggu. "Pokoknya, semua masih rahasia. Makanya datang aja nanti," imbuh Kinal.