JAKARTA, KOMPAS.com -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan 1433 Hijriyah, yaitu jatuh pada Jumat, 20 Juli 2012. Sementara 1 Syawal atau hari pertama lebaran pada Minggu, 19 Agustus 2012.
"Berdasarkan perhitungan astronomi, hilal telah wujud pada Kamis, 19 Juli, meskipun mungkin terlihat atau tidak terlihat. Pada Kamis malam, dilaksanakan shalat tarawih. Esoknya, Jumat, 20 Juli, mulai puasa," kata Ketua Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah, Abdul Fatah, Rabu (4/7/2012) di Jakarta.
Abdul Fatah menjelaskan, keputusan itu merupakan hasil perhitungan adanya hilal (hisab wujudul hilal) oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Keputusan telah disebarkan ke seluruh anggota organisasi keagamaan ini sejak pertengahan Juni, bersamaan penutupan Rapat Tanwir Muhammadiyah di Bandung, Jawa Barat.
Muhammadiyah berencana tidak mengikuti Sidang Isbath (penetapan) awal Ramadhan yang biasa digelar Kementerian Agama. Itu demi mengurangi ketegangan dan untuk kebaikan bersama.
"Kami berharap, semua pihak bisa menghargai dan menghormati perbedaan pendapat dan tetap menjalankan ibadah puasa. Perbedaan pendapat awal Ramadhan dan 1 Syawal sudah terjadi sejak lama," katanya.
Editor :
Nasru Alam Aziz
Artikel Terkait:
Umum
- Budi Doremi Tinggalkan Ukulele
- JKT48 Tunda Buka Teater Permanen Mereka
- Jokowi: Kebakaran di Jakarta, Darurat
- Kelayakan Ruas Jalan Mudik Belum Memuaskan
- Ruben Onsu Mengaku Sudah Bertunangan dengan Wenda
- Meggy Tak Menyesal Gugat Cerai Kiwil
- Robot Curiosity Segera Mendarat di Mars
- Pemain Indonesia Saat Lawan Valencia
- Pesawat Tempur T-50 Golden Eagle
- 686 Kasus Pelanggaran Hak Anak dalam Enam Bulan
0 komentar:
Posting Komentar