Minggu, 12 Februari 2012

Whitney Houston: "Setan Terbesar itu Ada di Diri Saya"

Artikel asli ini muncul pada 4 Desember 2002 silam dari cuplikan tayangan Primetime's Diane Sawyer spesial tentang Whitney Houston. Di situ Whitney Houston mengakui dirinya memakai narkoba. Namun, ia mengatakan, hal itu adalah problema masa lalunya.

Dalam sebuah wawancara yang tergolong amat langka itu, Houston mengatakan di tayangan Primetime's Diane Sawyer tersebut, dirinya menggunakan alkohol, ganja, kokain, dan beberapa jenis narkoba lainnya di waktu-waktu yang berbeda semasa karirnya.


"Saya berpesta. Tapi, percayalah, saya berpesta melepaskan segalanya," ujar Houston, kala itu.

"Kamu sampai pada satu titik, di mana kamu tahu pesta itu usai," katanya.
Seperti diberitakan pada Minggu (12/2/2012) pagi ini, penyanyi pop dunia asal Amerika Serikat itu meninggal dunia, Sabtu (11/2/2012), sekitar pukul 3.35 sore waktu setempat. Pihak kepolisian memastikan, Whitney Houston tutup usia di sebuah kamar hotel Beverly Hills Hilton.

Penyanyi bersuara emas itu meninggal di usianya ke-48 tahun setelah kehidupan pribadinya sempat ramai diberitakan akibat keretakan rumah tangganya bersama vokalis Bobby Brown, hingga ketergantungannya terhadap obat-obatan terlarang. 

Dalam pencapaian kariernya, Houston termasuk salah satu wanita emas dalam industri musik di era 1980 hingga akhir 1990. Houston menjadi salah satu artis paling laris di zamannya. Melalui kemampuan olah vokal yang luar biasa ditambah warna vokal yang khas seorang wanita berkulit hitam, Houston mampu menyihir penonton dan penyuka musiknya.

Tak pelak, Houston pun berhasil menjadi salah satu inspirasi para penyanyi generasi muda di bawahnya, seperti Christina Aguilera hingga Mariah Carey. Tetapi, sayang, di ujung kariernya kehidupan Houston justru dirusak oleh obat-obatan terlarang. Ia tak mampu mengendalikan ketergantungannya.

Tak heran, jika kemudian penjualan albumnya sejak itu jeblok dan terpaksa dihentikan. Citra Houston semakin terpuruk setelah bersahabat dengan kokain, ganja, dan obat-obatan terlarang yang merusak warna vokal merdunya menjadi kering, serak dan tak dapat lagi menyentuh nada dengan notasi tinggi akibat kondisi tubuhnya tak lagi prima.

"Setan terbesar itu (ada di diri) saya. Saya tak lagi bisa membedakan (narkotika) sebagai sahabat baik saya atau pun musuh terbesar saya," kata Houston yang didampingi suaminya, Brown kepada Diane Sawyer dari ABC dalam wawancara eksklusif pada 2002 itu.

Sebagai superstar dunia yang berhasil menjual albumnya sebanyak 55 juta copy dalam sejarah AS, hal tersebut merupakan peristiwa yang tragis. Houston seakan terlahir untuk menjadi artis besar. Ia adalah seorang putri dari penyanyi rohani Cissy Houston, sekaligus keponakan dari diva era 1960-an Dionne Warwick, dan cicit dari Aretha Franklin. Houston mengawali kariernya sebagai penyanyi gereja ketika masih kanak-kanak. Saat beranjak remaja, Houston ikut menjadi penyanyi latar Chaka Khan, Jermaine Jackson, hingga Clive Davis.

"Pertama kali saya melihatnya bernyanyi adalah pada saat konser ibunya di sebuah klub. Kemampuan bernyanyi Houston sungguh mengejutkanku," kata Davis kepada "Good Morning America".


Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar