Selasa, 17 Juli 2012

Takabonerate, Surga di Bawah Perairan Sulawesi Selatan


Wajib hukumnya bagi para penyelam, baik pemula maupun profesional, untuk mendatangi tempat ini. Taman Nasional Takabonerate merupakan kawasan konservasi yang menyandang predikat sebagai surga atol ketiga terbesar di dunia.

Setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva, surga atol nomor tiga terluas di dunia ada di Taman Nasional Takabonerate, Kepulauan Selayar. Letaknya di Kabupaten Sulawesi Selatan, di mana beberapa pulau terumbu karang tersebar di area seluas 500 kilometer persegi. Pulau-pulau tak kasat mata ini menjadi habitat beragam flora dan fauna laut nan menawan.

Ketika surut, mungkin Anda akan melihat daratan karang disertai kolam-kolam kecil di tengahnya. Tapi, ketika air mulai pasang, bersiaplah dengan peralatan snorkeling dan diving Anda karena 'dunia lain' sudah siap dijamah!

Ada 15 pulau karang yang bisa Anda jadikan titik penyelaman. Bagi para diver, baik itu pemula maupun profesional, Taman Nasional Takabonerate akan memompa adrenalin ke seluruh tubuh Anda. Pulau-pulau karangnya boleh saja datar, cocok bagi para diver pemula dan aktivitas snorkeling. Tapi jika mengaku diver profesional, jangan lewatkan titik penyelaman di Pulau Tinabo.

Dengan kedalaman 30-50 meter, Anda bisa menemukan beragam hewan seperti cacing laut, Nudibraches yang berwarna-warni, udang-udangan, juga Cuttlefish di hampir tiap penyelaman. Ini adalah titik wajib kunjung bagi para fotografer bawah air profesional. Jika beruntung, Anda bisa menemui Eagle Ray, Manta Ray, bahkan hiu yang melintas di atas kepala!

Ada total 261 jenis terumbu karang dan 295 jenis ikan karang warna-warni yang menjadi primadona taman nasional ini. Selain itu, ada pula ikan konsumsi bernilai ekonomis tinggi seperti kerapu, cakalang, dan baronang. Beberapa jenis penyu seperti penyu hijau dan penyu lekang juga bisa Anda temukan di perairan dalamnya.

Untuk mencapai tempat ini, Anda bisa menggunakan bus dari Makassar ke Bulukumba dengan waktu tempuh lima jam. Setelah itu, lanjut ke Pelabuhan Pematata Selayar menggunakan kapal ferry sekitar dua jam, yang dilanjutkan lagi ke Benteng dengan jarak tempuh 1,5 jam. Untuk mencapai pulau terdekat yaitu Rajuni Kecil, Anda bisa menggunakan kapal kayu sekitar lima jam perjalanan.

Perjuangan yang cukup sulit untuk tiba di tempat ini, bukan? Tapi, dijamin Anda tak akan kecewa karena tempat ini belum banyak dijamah manusia. Jika berkunjung pada bulan April-Juni dan Oktober-Desember tiap tahunnya, Anda akan melihat Taman Nasional Takabonerate dalam versi paling indah.

Sumber : DetikTravel


Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar